Batu Koleksi Antik
Daftar Masuk
Batu Koleksi Antik
Toggle sidebar
Main Product Image
Liontin Batu Akik Motif Obor Cahaya
Liontin Batu Akik Motif Obor Cahaya
Liontin Batu Akik Motif Obor Cahaya
Liontin Batu Akik Motif Obor Cahaya

Liontin Batu Akik Motif Obor Cahaya

SKU: LIO-21408960

Stok: 1

Rp. 175,000

Deskripsi

Liontin Batu Akik Motif Obor Cahaya Ring: Titanium Dimensi Batu: Est 33x23x09mm

Liontin Batu Akik Sulaiman Natural Motif Obor Cahaya


Warna lembut yang membalut seluruh permukaan batu berpadu harmonis dengan semburat merah keunguan di bagian tengah, sementara serat alami berwarna merah kecokelatan menjulur dari puncak batu layaknya nyala obor yang menerangi kegelapan. Seluruh motif tersebut terbentuk secara alami melalui proses geologi selama jutaan tahun, menjadikan setiap guratannya unik dan tidak dapat disamakan dengan batu lainnya.


Dibalut dengan liontin bernuansa klasik berornamen etnik, batu ini memancarkan kesan anggun, antik, dan berkelas. Sangat cocok dijadikan liontin koleksi maupun aksesori yang memiliki nilai estetika tinggi.


Filosofi


Obor Cahaya melambangkan ilmu, harapan, dan petunjuk dalam perjalanan hidup. Sebagaimana obor menerangi jalan di tengah gelapnya malam, manusia juga memerlukan kebijaksanaan, kejujuran, dan hati yang jernih agar setiap langkah yang diambil memiliki arah yang benar.


Motif ini menjadi simbol bahwa cahaya terbesar bukan berasal dari luar, melainkan dari karakter baik yang terus dipelihara dalam diri. Filosofi tersebut bersifat simbolis sebagai refleksi kehidupan, bukan mengandung makna mistis.


Kecocokan Weton


Dalam tradisi Jawa, batu dengan karakter lembut namun memiliki pusat motif yang kuat seperti ini sering dikaitkan dengan pribadi yang bijaksana, sabar, dan senang memberi manfaat kepada orang lain, di antaranya:


* Senin Legi – melambangkan keteduhan hati dan kebijaksanaan.

* Rabu Wage – dikenal teliti, tenang, dan berpikiran jernih.

* Jumat Pon – memiliki jiwa penolong serta mudah dipercaya.

* Minggu Kliwon – berwibawa dan mampu menjadi sumber inspirasi bagi lingkungan.


Kecocokan tersebut merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa dan dipahami sebagai simbol, bukan sebagai kepastian ilmiah.



“Cahaya tidak pernah bersaing dengan gelap. Ia hanya hadir, lalu membuat semuanya menjadi terlihat. Demikian pula manusia, kemuliaan tidak selalu lahir dari suara yang paling lantang, melainkan dari ketulusan yang terus memberi terang bagi sesamanya.”