Batu Koleksi Antik
Daftar Masuk
Batu Koleksi Antik
Toggle sidebar
Main Product Image
Batu Akik Kecubung Ungu
Batu Akik Kecubung Ungu
Batu Akik Kecubung Ungu

Batu Akik Kecubung Ungu

SKU: BAT-29311645

Stok: 1

Rp. 249,000

Deskripsi

Batu Kecubung (Amethys) Ring: Titanium Uk.Ring: 8 Dimensi Batu: Est 15x12x07mm

Batu Akik Kecubung Ungu (Amethyst)


Keindahan Ungu Alami dari Bumi Kalimantan


Batu Akik Kecubung Ungu atau Amethyst merupakan salah satu batu permata yang telah lama menjadi kebanggaan Indonesia. Berasal dari Kalimantan, batu ini memiliki warna ungu alami yang elegan, memancarkan pesona mewah namun tetap berkarakter.


Warna ungu yang khas terbentuk secara alami dari jejak unsur besi dalam kristal kuarsa yang mengalami proses geologi selama jutaan tahun. Kilau lembut dan kejernihannya menjadikan Kecubung Ungu sebagai salah satu batu favorit di kalangan kolektor maupun pecinta perhiasan batu alam.


βΈ»


Karakter Batu


Nama Batu : Batu Akik Kecubung Ungu Kalimantan


Nama Internasional : Amethyst


Daerah Asal : Kalimantan, Indonesia


Jenis Mineral : Quartz (Kuarsa)


Komposisi Kimia : SiOβ‚‚ (Silikon Dioksida)


Warna : Ungu Natural


Kilap : Kaca (Vitreous)


Transparansi : Translusen hingga transparan (bergantung pada karakter masing-masing batu)


Kekerasan : 7 Skala Mohs


Keaslian : Batu Natural


βΈ»


Keunikan Batu


Kecubung Ungu Kalimantan dikenal karena warna ungunya yang lembut hingga pekat dengan kilau alami yang memikat. Pada beberapa batu dapat terlihat gradasi warna atau inklusi alami yang menjadi ciri khas pembentukan mineral di dalam bumi.


Keindahan tersebut menjadikan setiap batu memiliki karakter yang unik dan tidak ada yang benar-benar sama.


βΈ»


Filosofi Tradisional


Dalam berbagai tradisi, warna ungu sering dikaitkan dengan:


* Kebijaksanaan dalam berpikir.

* Ketenangan batin.

* Kesabaran menghadapi kehidupan.

* Kematangan dalam mengambil keputusan.

* Keanggunan dan kehormatan.


Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari tradisi dan budaya yang berkembang di berbagai masyarakat. Filosofi ini bersifat simbolik dan bukan merupakan klaim mengenai khasiat tertentu.


βΈ»


Kecocokan Weton (Tradisi Jawa)


Menurut sebagian tradisi Jawa, batu berwarna ungu dipercaya cocok bagi pribadi yang mengutamakan ketenangan, kebijaksanaan, dan keseimbangan hidup. Batu ini sering dikaitkan dengan weton:


* Senin Legi

* Rabu Kliwon

* Jumat Pon

* Minggu Wage


Dalam tradisi tersebut, Kecubung Ungu dipandang sebagai simbol pengingat agar pemiliknya tetap tenang dalam menghadapi persoalan, berpikir jernih, serta bijaksana dalam mengambil keputusan. Penafsiran weton dapat berbeda sesuai tradisi dan keyakinan masing-masing.


βΈ»


Perawatan Batu


* Bersihkan menggunakan kain berbahan lembut.

* Hindari benturan keras agar permukaan batu tetap terjaga.

* Simpan di tempat yang kering dan terpisah dari batu lain untuk menghindari goresan.

* Hindari paparan panas berlebih dalam waktu lama agar warna alami tetap terjaga.


βΈ»


Mengapa Layak Dikoleksi?


βœ” Berasal dari Kalimantan yang dikenal menghasilkan Kecubung berkualitas.

βœ” Warna ungu natural yang elegan dan berkelas.

βœ” Termasuk keluarga kuarsa dengan kekerasan yang baik untuk penggunaan sehari-hari.

βœ” Memiliki karakter unik yang menjadikannya bernilai sebagai koleksi maupun perhiasan.


βΈ»


Koleksi Eksklusif Gubug Watu


Antik β€’ Unik β€’ Langka β€’ Natural


Di Gubug Watu, setiap batu dipilih berdasarkan keaslian, kualitas, dan karakter alaminya. Kami menghadirkan koleksi yang mencerminkan keindahan geologi Nusantara, sehingga setiap batu bukan sekadar aksesori, melainkan karya alam yang terbentuk selama jutaan tahun dan layak menjadi bagian dari koleksi berharga Anda.


βΈ»


batu kecubung ungu, amethyst Kalimantan, batu akik Kalimantan, kecubung natural, cincin batu kecubung, batu akik premium, batu koleksi, Gubug Watu.


βΈ»


β€œTerbentuk dari kristalisasi kuarsa di dalam rongga batuan vulkanik selama jutaan tahun. Warna ungu alami menjadi saksi proses geologi panjang yang menghasilkan keindahan yang kita nikmati hari ini.”